Tidak Bertugas Tapi Nikmati Dana BOS 29jt, Operator Akan Polisikan Kepsek

Tidak Bertugas Tapi Nikmati Dana BOS 29jt, Operator Akan Polisikan Kepsek
  Lintas Timur
Penulis
|
Editor

SANANA, Lintastimur.co.id- Soal polemik Dana BOS Tahun 2023. Operator sekolah SMP 4 Satap Kobo Mangoli Utara Timur di laporkan oleh Kepala Sekolahnyah ke Polres Kepulauan Sula. Hal ini akui lansung oleh Nafsan Gelamona, bahwa benar dirinya dilaporkan dengan nomor laporan: B/92/IV/2023/SPKT, karena diduga saya dan Kadis pendidikan menahan Dana BOS tahun 2023.

Kepada media ini. Operator sekolah Nafsan Gelamona menyampaikan bahwa sebelumnya Bapak Ibu dewan guru serta wali murid telah memberitahukan kepada dinas pendidikan kabupaten kepulauan sula terkait sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebut, mulai dari status sebagai ASN dan jabatan Kepala Sekolah tapi tidak pernah melaksanakan tugas, kedua Kepala sekolah dengan sengaja mengelola Dana BOS Tahap III Tahun 2022 sebanyak 29jt secara pribadi.

Karena laporan dan bukti yang kuat, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sula Maula Usia menyampaikan bahwa harus menahan Dana BOS nya, dan itu bukan persoalan tidak mau memberikan Dana BOS tapi karena anggaran tahun 2022 tahap III sebanyak Rp. 29jt tidak masuk di sekolah, satu rupiah pun tidak masuk sehingga harus di tahan sambil menunggu kepala sekolah yang baru. “Karena kepala sekolah tidak pernah masuk tugas singgah Dana BOS Rp. 29jt tanpa ada pelaporan dan lebih parahnya sejumlah gaji Guru Honorer tidak dapat di terima,” Ungkap Nafsan di Depan Pasar Sanana, Kamis (20/04/23) Siang.

Baca Juga:  Luar Biasa, SSB Freedom Sula Menang SSB Alfatar Jati Ternate 3-0

Lebih lanjut, Nafsan Gelamona membenarkan bahwa Dana BOS 2023 ini sudah cair tapi kami dan kadis pendidikan sepakat untuk tidak mau berikan kepada Ibu kepala sekolah karena proses pergantiannya sudah jalan dan anggaran tersebut akan di kelola lansung oleh kepala sekolah yang baru sekaligus menjalankan Ujian bagi siswa siswi kelas 9 di sekolah.

Selain itu, Saya juga mau klarifikasi bahwa Ibu kepala sekolah menyatakan bahwa kami tahan Dana BOS itu untuk gunakan secara pribadi itu tidak benar. Sebelumnya Ibu Kepsek yang mengajak saya untuk membawa dana bos kepada Ibu supaya torang bayar gaji guru honorer dan uang sisah torang dua berbagi, kenapa hari ini Ibu menuduh saya yang mau makan dana Bos inikan lucu. Tapi tidak apa-apa semua ada bukti chat WA yang saya sudah crensut.

Baca Juga:  Fans Brasil Bagi Ratusan Paket Makanan Kepada Warga Sula

“Iya benar Dana BOS tahun 2023, Dirinya sudah cair dan untuk kepentingan siswa siswi dan guru-guru di sekolah maka harus di simpan untuk kita serahkan kepada kepala sekolah yang baru. Untuk anggaran tersebut betul sudah terpakai tapi demi untuk pembayaran gaji guru honorer karena mereka butuh uang lebaran Idul Fitri Tahun, jadi uang sisahnya masih ada sama saya,” Tegasnya.

Lebih lanjut, Operator Sekolah ini menambahkan bahwa dirinya ke sanana sesuai informasi dirinya di lapor oleh Ibu Kepala Sekolahnyah, jadi saya mau ke sanana menghadap di polres tapi mereka semua baik Komite Sekolah, Semua wali murid serta masyarakat mau ikut namun saya tidak mau mereka ikut karena panggilan masih sebagai saksi sekaligus mediasi di polres kepulauan sula.

Soal laporan di polres bahwa saya menahan dana bos memang benar saya tahan karena Ibu selama ini dimana, ibu tidak ke tempat tugas, terus bagimana dengan nasib siswa siswi, bagimana nasib para guru-guru honorer dan bagimana dengan pelaksanaan UTS dan Ujian sekolah.

Apakah kepala sekolah itu bertugas hanya mencairkan dan menikmati dana bos secara sepihak atau harus laksanakan sesuai dengan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, siswa siswi ataupun Bapak Ibu dewan guru honorer di sekolah. “Kalau mau cair dana Bos ibu jadi kepala sekolah, setelah pencairan ibu bukan kepala sekolah lagi, terus siapa yang kelola sekolah, pake anggaran dari mana, semua itu kami guru PNS maupun Guru Honorer bekerja tanpa ada perhatian dari seorang kepala sekolah.

Baca Juga:  Diduga Kades Korupsi, Pemuda dan Masyarakat Fukweu Demo Boikot Kantor

Jadi kalau ibu kepsek lapor kami ke polres dan mau proses terus masalah ini juga tidak apa-apa, tapi kami juga tidak tinggal diam, karena kami punya semua bukti dan bukan hanya guru-guru, orang tua wali murid juga sepakat untuk proses Ibu Kepsek ke penegak hukum sesuai anggaran yang selama ini tidak punya bukti apa-apa di sekolah.

“Iya saya adalah operator sekolah jadi saya mengatahui semua sumber anggaran sekolah yang Ibu Kepsek slipkan, saya tau dan dana apa yang ibu keluarkan dan dana apa yang ibu tidak keluarkan, bukti semua saya sudah rekap tinggal kita tindaklanjuti ke penegak hukum polres kepulauan sula.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar