Terkait Bimtek di IPDN Jatinangor, ini Harapan Rektor

Terkait Bimtek di IPDN Jatinangor, ini Harapan Rektor
  Lintas Timur
Penulis
|
Editor

JATINANGOR,Lintastimur.co.id- Terkait pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, yang di ikuti seluruh Kepala Desa dan Camat se-Kepulauan Sula, ini Harapan Rektor.

Dalam sambutannya, Rektor IPDN Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo., M.M menyampaikan, usai mengikuti bimtek, pihaknya yakin bahwa gagasan dan landasan para camat dan kades kiranya suda sangat siap.

“Telah memiliki ide, gagasan dan mengimplementasikan untuk peningkatan kapasitas para camat dan kepala desa di wilayah kabupaten sula,” ungkapnya

Hadi mengatakan, pihaknya sangat merasa sedih, karena perjalanan kades dan camat untuk ditempuh secara geografis masih membutuhkan waktu beberapa hari, namun sangat semangat mengikuti bimtek ini.

“Dengan pengiriman ini, bapak ibu adalah yang pertama di Indonesia bahkan di dunia kalau kita lihat dari letak geografis saya juga sebetulnya melihatnya sangat sedih karena setelah ini selesai, ternyata bapak ibu Kepala Desa camat ini masih menempuh perjalanan 2 hari dari Ternate,” ujarnya

Baca Juga:  Hari Pahlawan, Pemda Gelar Upacara dan Tabur Bunga di Makam Perintis Kemerdekaan

tambah Hadi, Ini adalah pengorbanan dan upaya usaha ibu Bupati untuk meningkatkan wawasan kapasitas para camat dan kepala desa, dan beliau ini berpikir secara visioner agar para camat kepala desa tidak menjadi katak dalam tempurung

“Sehingga harus melihat khususnya ibukota NKRI sebelum pindah ke Kalimantan Timur dan juga yang lebih khusus melihat bagaimana IPDN itu. Dan syukur alhamdulillah para peserta dapat melakukan iptek di kampus IPDN Jatinangor dan kemudian sampai ke Sumedang Purwakarta,” bebernya

Kalau tidak ada di deskripsi, percepatan bapak Ibu camat dan kades menerima materi pembelajaran, ada yang merupakan pencerahan, ada pula hal yang baru merupakan referensi dan perbandingan tentunya ini akan menjadi bekal bapak ibu

“Semangat motivasi di dalam pengabdian kepada masyarakat dan yang lebih khusus lebih penting di era saat ini adalah integritas bangsa kita saat ini mengalami keprihatinan baik itu moralitas jati diri,” jelasnya

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan, para camat para kepala desa memupuk integritas integritas itu antara keselarasan, pikiran, ucapan dan perbuatan sesuai norma hukum maupun nilai yang berlaku.

Baca Juga:  Pemda Sula Berangkatkan Ratusan Warga Ke Umroh

“Ada tiga integritas inti, yakni, disiplin, jujur dan bertanggung jawab sehingga bapak ibu sudah diberi materi tata kehidupan kampus ini hanya masih pengenalan yang latihan sebentar. Namun nanti kalau bapak ibu punya semangat motivasi untuk menerapkan, itu sangat bagus karena hidup ini tidak bisa tanpa kedisiplinan dan ketertiban di dalam segala hal,” tuturnya

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, kepala desa adalah merupakan pimpinan yang ada di desa dan juga sangat strategis, karena beliau ini dipilih langsung oleh rakyat dan di dalam undang-undang nomor 6 tahun 2014 diberikan keleluasaan untuk menata penyelenggaraan pemerintah Desa, Administrasi dan pengelolaan keuangan.

“Sehingga pemerintah pusat juga memberikan dorongan berupa dana bantuan Desa. nah inilah manfaatkan seoptimal mungkin untuk mencapai apa yang menjadi upaya di dalam kerangka pemberdayaan masyarakat terutamanya masalah perekonomian, sosial, budaya dan kesehatan penanganan masalah stunting,” tambahnya

Baca Juga:  Pemda Sula Ikuti Forum Bisnis dan Promosi Pariwisata serta Sektor Ekonomi di Eropa

Dengan demikian pak camat tentunya juga mendampingi tidak hanya membina pengawasan, namun juga bisa melakukan pendampingan pembinaan pada jajaran perangkat desa.

“Asas Brata yaitu, ada 8 pedoman kehidupan pamong praja antara lain, berjiwa Pancasila, unggul profesional berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan berdasi agen revolusi mental dan perubahan mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat perekat persatuan dan kesatuan NKRI,” tandasnya

Selain itu, dijelaskan, adapun Berwawasan nasional dan global serta adaptif, inovatif, produktif dan kompetitif. Ini supaya dipahami dan yang ketiga tentunya, sebagai yang dituakan di PDF konsekuensi menggunakan PIN ini harus membangun ke ikatan kekeluargaan

“Saya di sini tentunya tidak ada kata keterbelah dan perbedaan. Namun, ada hal yang biasa dan kita sebut, yakni tetap satu keluarga meskipun bapak ibu di Maluku Utara, tapi kita tetap keluarga,” pungkasnya (Dhona)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar