Tarian Belyai Siap Tampil di Istana Negara Republik Indonesia

Tarian Belyai Siap Tampil di Istana Negara Republik Indonesia
  Ules Banapon
Penulis
|
Editor

SANANA,Lintastimur.co.id- Untuk menindaklanjuti undangan Sekretariat Negara Republik Indonesia, Pemerintah Daerah Kepulauan Sula melakukan rapat bersama dengan Pemerintahan Desa dan Tokoh Agama, Tokoh Adat untuk mempersiapkan peserta tarian belyai tampil di Istana Negara Republik Indonesia.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Asisten II Setda Kepsul, Plh Kadis Pariwisata, Kabid Seni dan Budaya serta Staf di Dinas Pariwisata Pemkab Kepsul, Penggiat Seni dan Budaya Kepulauan Sula, Kepala Desa dan seluruh Aparat Desa, Ketua BPD Desa Fatkauyon, Imam Desa, Tokoh Adat serta Tokoh Masyarakat Desa Fatkauyon Kepulauan Sula. Kamis. (06/07/2023) Sore.

Baca Juga:  Pileg 2024, Caleg Golkar Sula Terus Meningkatkan

Asisten II Setda Kepsul Abdi Umagapi menyatakan bahwa dalam rapat bersama antar pemerintah daerah kepsul dan pemerintahan desa, Ketua BPD, Tokoh Agama, Tokoh adat, tokoh masyarakat, pembina tarian belyai desa fatkauyon telah bersepakat agar dapat mempersiapkan peserta untuk tampil di Upacara HUT RI Tahun 2023 tepatnya di Istana Negara RI.

“Alhamdulilah rapat bersama hari ini dapat melahirkan beberapa kesempulan mulai dari kesiapan peserta, perlengkapan peserta dan pelaksanaan adat terkait dengan penampilan tarian belyai di Istana Negara Republik Indonesia Tahun 2023 mendatang,” Katanya.

Foto: Pemerintah Daerah dan Pemerintahan Desa, Tokoh Agama, Tokoh Adat Fatkauyon saat melaksanakan Rapat Bersama Terkait Penampilan Tarian Belyai di Istana Negara Republik Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Fatkauyon Badrun Yoisangadji membenarkan bahwa Pemerintahan Desa bersama pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta pembina/pelatih bersepakat untuk memberangkatkan peserta di jakarta.

Baca Juga:  Panitia HUT Kabupaten Kepulauan Sula Resmi Terbentuk

Lebih lanjut, Badrun menambahkan bahwa peserta yang akan diberangkatkan tersebut
berjumlah sebanyak 25 orang dan sesuai kesepakatan rapat hari ini adalah 19 orang penari asli fatkauyon, sedangkan 6 orang penari sula di ambil dari luar desa fatkauyon.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam gabungan penari di tarian belyai seyogyanya tidak di perbolehkan dan ini baru pertama kali, dalam gabungan penari tersebut juga tidak serta merta untuk mengambil posisi karena ada mistis dalam tarian sehingga harus dimainkan lansung oleh anak cucu desa fatkauyon.

Baca Juga:  Tekan Angka Stunting, Dinkes Sula Tunggu Hasil Survei dari Kemenkes

“Iya jumlah peserta dan pembina yang berangkat sebanyak 25 orang terdiri dari pemain musik, penari, tokoh agama, tokoh adat dan pelatih, selain itu. Kami juga akan melaksanakan acara adat baik sebelum berangkat maupun pulang dari pementasan di Istana Negara Republik Indonesia,” Katanya.

Diakhir sambutan singkatnya, atas nama Pemerintahan dan masyarakat desa Fatkauyon berharap agar pemerintah daerah selalu memberikan perhatian serius terhadap Adat dan budaya, pariwisata serta mendorong pembangunan fisik maupun nonfisik desa Fatkauyon kedepan yang lebih baik.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar