Politik Tak Memiliki Roh

Politik Tak Memiliki Roh
  Maradona Duwila
Penulis
|
Editor

Opini : Menyoroti argumen bahwa politik seringkali kehilangan esensi kemanusiaannya, terperangkap dalam permainan kekuasaan dan kepentingan tertentu dari pada melayani kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Dalam era modern yang dipenuhi dengan pertikaian politik dan polarisasi, seringkali kita melihat bahwa politik telah kehilangan esensinya yang sejati.

Politik, yang seharusnya menjadi sarana untuk menciptakan perubahan positif dan melayani kebutuhan rakyat, seringkali menjadi panggung untuk kepentingan pribadi dan pertarungan kekuasaan yang tak berujung.

Ini menimbulkan pertanyaan yang mendalam tentang apakah politik benar-benar memiliki roh yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Baca Juga:  Pengurus DWP Raih Juara 1 Lomba Masak Kategori Gado-gado Tingkat Kabupaten Kepulauan Sula

Ketika kita melihat ke dalam dunia politik saat ini, kita sering disuguhkan dengan gambaran politikus yang lebih tertarik pada memenangkan pertarungan kekuasaan daripada melayani rakyat dengan penuh integritas dan dedikasi.

Kita melihat keputusan politik yang terkesan lebih dipengaruhi oleh lobby kepentingan khusus daripada aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat.

Akibatnya, rakyat seringkali merasa terpinggirkan dan kepercayaan mereka terhadap lembaga politik pun semakin luntur.

Namun demikian, kita tidak boleh menyalahkan politik secara keseluruhan. Secara konseptual, politik adalah instrumen yang dapat digunakan untuk menciptakan perubahan yang positif dalam masyarakat.

Baca Juga:  Sambut HKN, Dinkes Sula Gelar Pengobatan Gratis & Sunatan Masal

Ketika politik dijalankan dengan baik dan dipandu oleh prinsip-prinsip moral dan etika, itu bisa menjadi kekuatan yang mendorong kemajuan sosial, ekonomi, dan politik.

Politik yang memiliki roh sejati adalah politik yang berpihak pada keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menuntut politik yang bermoral dan beretika.

Kita perlu mendorong para pemimpin politik untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Kita perlu membangun sistem politik yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Baca Juga:  Kepala KBRI Spanyol Apresiasi UMKM Kepulauan Sula

Dan yang terpenting, kita perlu terus mengingatkan diri kita sendiri bahwa politik sejati adalah politik yang memiliki roh untuk melayani dan melindungi martabat setiap individu dalam masyarakat.

Dengan demikian, sementara kita mungkin sering kali melihat politik sebagai arena yang kacau dan korup, kita tidak boleh kehilangan harapan.

Politik memiliki potensi yang besar untuk menciptakan perubahan yang positif dalam masyarakat.

Asalkan kita terus menuntut politik yang memiliki roh yang sejati: roh untuk keadilan, kemanusiaan, dan pelayanan yang tulus kepada rakyat.

 

Karya : Maradona Duwila

Bagikan:

Tinggalkan Komentar