Kemendikbudristek RI Gelar Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah Sula

Kemendikbudristek RI Gelar Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah Sula
  Foto: Peserta Bimtek Pose bersama Sekretaris Daerah Kepulauan Sula Muhlis Soamole dan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara Dr. Arie Andrisyah Isa
Penulis
|
Editor

SANANA,Lintastimur.co.id- Kemendikbudristek RI melalui Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi Bahasa Daerah

Kegiatan tersebut, berlangsung di Gedung Aula Hotel Beliga, Desa Fagudu Kecamatan Sanana. Selasa (5/3/2024)

Saat di wawancarai, Kepala Kantor Bahasa Maluku Utara Dr. Arie Andrisyah Isa menyampaikan, sebenarnya ini bukan kegiatan dari Kantor Bahasa Maluku Utara, melainkan dari Kementerian Pendidikan Desa dan Teknologi, dan pihaknya hanya sebagai perpanjangan tangan.

“Sesungguhnya ini bukan inisiatif Kantor Bahasa kami, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (Kemendikbudristek)  melaksanakan program merdeka belajar episode ke-17 yaitu revitalisasi bahasa daerah,” ungkapnya

“Nah ini di inisiasi oleh menteri pendidikan budaya riset dan teknologi oleh pak Nadiem Makarim kami selaku perpanjangan tangan dari kementerian, tetap sebagai salah satu program bahasa, yaitu perlindungan bahasa dan sastra daerah di Maluku Utara,” sambungnya

Baca Juga:  APBD-P Kepulauan Sula Ditetapkan Rp. 962,45 Milyar

Arie menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-undang nomor 24 tahun 2009 dan Peraturan Daerah (Perda) serta Peraturan Gubernur Maluku Utara nomor 9 tahun 2010.

“Jadi dasar hukumnya itu adalah, Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang bahasa dan lagu kebangsaan dan perda atau pergub nomor 9 tahun 2010 tentang pelestarian dan perlindungan bahasa daerah,” jelasnya

Ia berharap, Bahasa Daerah tidak terancam punah, dan dapat di gunakan oleh Generasi usia emas, mulai dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekola Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kepulauan Sula.

“Harapan kami bahasa daerah yang ada di Kepulauan Sula itu tidak terancam punah dan dapat digunakan dimulai dari anak SD dan anak SMP yang merupakan usia emas, jadi tidak terputus sampai mereka dewasa,” ungkapnya

Baca Juga:  Tembus Desa Kabau Laut, Warga Sambut Bupati Dengan Tarian Cakalele

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Kepulauan Sula Rijal Buamona mengatakan, terkait program ini, sudah di lakukan sejak tahun 2023 kemarin, dan telah bekerja sama dengan pihak Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

“Sebenarnya kamus yang Mai belajar ini adalah program di 2023, dan kami bekerja sama dengan Unkhair penyusunan modul dan Puspendik untuk penyusunan kamus,” bebernya

Dijelaskan, bahwa terkait penggandaan di 154 sekolah di Kepulauan Sula, Pemerintah Daerah akan menganggarkan di tahun 2024 ini. Rijal bilang, untuk pelestarian terkait Bahasa Daerah ini, pihaknya akan menggunakan sejumlah aturan, sebagai sandaran hukum

“Nah, terkait dengan penggandaan di 154 sekolah itu, akan kita anggarkan di tahun 2024. Dan untuk pelestarian terkait bahasa daerah ini, sebenarnya kita berbicara tiga hal yang pertama, terkait Perda nomor 6 tahun 2022 dan yang kedua kegiatan belajar episode 15 tentang kebijakan implementasi kurikulum merdeka dan episode 17 tentang revitalisasi bahasa,” ujarnya

Baca Juga:  Luar Biasa, SSB Freedom Sula Menang SSB Alfatar Jati Ternate 3-0

Selain itu, Rijal menambahkan, penerapan kurikulum merdeka belajar ini, telah di atur secara Nasional untuk dikembangkan di seluruh sekolah yang ada di Kepulauan Sula. Sementara, Pemda Kepsul hanya menyusun kerangka kurikulum dan saat ini sudah ada.

Di mana terkait penerapan kurikulum merdeka ini, adalah dibagi bahwa kerangka kurikulum itu diatur secara nasional yang dikembangkan di sekolah. Sedangkan peran pemerintah daerah adalah menyusun kerangka kurikulum bahasa daerah yang memang suda buat dan Alhamdulillah sudah ada,” pungkasnya

 

Penulis : Maradona Duwila

Bagikan:

Tinggalkan Komentar