Diduga Korupsi, IPMW Desak Bupati Menonaktifkan Kades Waitina

Diduga Korupsi, IPMW Desak Bupati Menonaktifkan Kades Waitina
  Lintas Timur
Penulis
|
Editor

SANANA,Lintastimur.co.id- Pelaporan dugaan korupsi Dana desa (DD) yang dilakukan oleh kepala Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kepulauan Sula (Kepsul) beberapa waktu lalu mendapat tanggapan serius oleh Ikatan pelajar dan mahasiswa waitina (IPMW) Cabang Ternate.

Ketua umum IPMW Ternate, Fahrijal Abas kepada media ini. Senin (05/09/22), menyatakan bahwa dugaan korupsi yang menyeret Kades Waitina itu terjadi pada periode pertama kepemimpinannya. Untuk itu, Saya selaku Ketua IPMW Cabang Ternate meminta pihak penegak hukum agar tidak tebang pilih dalam menindak para koruptor Dana desa (DD) di Kepulauan Sula.

Fahrizal yang juga putra Waitina itu menyampaikan bahwa, jika dugaan korupsi DD yang di laporkan oleh masyarakat kepada pihak penegak hukum itu betul-betul dilakukan oleh Kades Waitina, maka kami secara Institusi IPMW Cabang Ternate meminta kepada Bupati kepulauan sula agar segera menonaktifkan Kades Waitina dari jabatannya sebagai Kepala Desa.

Baca Juga:  Buka FTW 2023, Deputi Kemenparekraf Sebut Sula Miliki Banyak Destinasi Wisata Alam

“Kami meminta kepada pemerintah daerah khususnya Ibu Bupati Sula Hj. Fifian Adeningsi Mus agar tidak pelihara kepala desa yang diduga Korupsi Dana Desa, karena kepala desa waitina diduga menikmati anggaran desa untuk kepentingan pribadi, sehingga dirinya tidak punya niat baik untuk membangun desa waitina yang sama-sama kita cintai,” Tegasnya.

Perlu diketahui bahwa ini uraian Pelaporan Warga Desa Waitina ke Kejari Kepulauan Sula:

1. Kades Diduga menggelapkan Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2015 melalui pekerjaan pengecoran atap Masjid As-Suhada Desa Waitina sebesar Rp. 98.001,500, yang mana pembangunan masjid tersebut adalah murni swadaya Warga.

Baca Juga:  Panitia Tunda Pertandingan Bupati Sula Cup

2. Kades Diduga menggelapkan Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2016 pada pekerjaan pengadaan taman mini depan rumah adat desa waitina sebesar Rp. 7.000,000, dan papan nama tua-tua adat sebesar Rp. 1.190,000.

3. Kades Diduga menggelapkan jasa upah buruh pada Tahun Anggaran 2017 yang bersumber dari Dana Desa (DD) pada pembangunan jalan desa sebesar Rp. 88.500,000,00 dan pengadaan perbaikan sarana dan prasarana fisik sosial (rehab masjid lama Desa Waitina) senilai Rp. 46.617,661,00, Pembelian prasasti pada sarana sanitasi dan kebersihan lingkungan senilai Rp 750,000,00 dan pengadaan lampu tenaga surya (surya cell) senilai Rp 14.032,500,00.

Baca Juga:  Rakornas Dengan Kementrian, ini Harapan Bupati Kepulauan Sula

4. Kades Diduga menggelapkan Anggaran pemeliharaan pagar ruang tunggu pada Tahun Anggaran 2018 senilai Rp 13.526,000,00.

5. Kades Diduga menggelapkan Anggaran kelompok peternak ayam kampung super pada Tahun 2019 yang bersumber pada Dana Desa (DD) Tahun 2019 senilai Rp 26. 940,000,00 dan Anggaran perlengkapan fasilitas industry kelompok pertukangan senilai Rp 13.000,000,00.

6. Kades Diduga menggelapkan Anggaran rehab rumah tidak layak huni Tahun 2020 yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2020 senilai Rp. 17.000,000,00 dan pembuatan jamban/MCK warga tahap I tahap II dan III senilai Rp 572.206,900,00 diduga fiktif

Bagikan:

Tinggalkan Komentar